Rabu, 19 Oktober 2016

Mitologi Jepang: Susanoo (Dewa lautan dan badai)

Story Susanoo


Susanoo adalah salah satu dari ketiga anak Izanagi. Dia terlahir saat Izanagi sedang mencuci hidungnya setelah pulang dari Yomi (Underworld). Dia adalah saudara dari Amaterasu danTsukuyomi. Dia tinggal di Takamagahara (Surga) bersama kedua saudaranya, Amaterasu dan Tsukuyomi. Dia mewarisi pedang legendaris milik ayahnya, yaitu Totsuka-no-Tsurugi (pedang yang digunakan Izanagi untuk membunuh Hino-Kagu-Tsuchi).

Pertengkaran Susanoo


Menurut kisah legendaris Jepang, Kojiki, diceritakan bahwa hubungan antara Susanoo dengan Amaterasu tidak pernah akur. Suatu ketika saat Susanoo mendapat tugas dari ayahnya, dia pergi mengunjungi Amaterasu. Saudarinya menaruh kecurigaan walaupun Susanoo mengatakan hanya ingin mengucapkan salam perpisahan. Namun, bagaimanapun juga demi membuktikannya, mereka melakukan sebuah kompetisi. Masing-masing dari mereka mengambil objek dari lawan dan menciptakan dewa darinya. Amaterasu berhasil menciptakan 3 wanita dari pedang Susanoo sedangkan Susanoo menciptakan 5 pria dari kalung Amaterasu. Karena merasa diri mereka masing-masing sebagai pemenang, akhirnya Susanoo mengalah. Namun dia mengamuk dengan melemparkan kuda poni (binatang yang dianggap sakral oleh Amaterasu) ke dalam aula dan menewaskan salah satu penjaga. Susanoo juga menghancurkan ladang Amaterasu dengan badai buatannya. Setelah kejadian itu, Amaterasu marah dengan bersembunyi di sebuah goa dan Susanno pun diusir.

Pembuangan ke Izumo


Susanoo dibuang ke sebuah provinsi yang bernama Izumo. Ketika dia baru saja turun, dia bertemu dengan sepasang orang tua yang sedang bersedih. Pasangan tua itu menjelaskan bahwa mereka sebenarnya memiliki delapan anak, namun setiap tahun anak mereka dimakan oleh monster naga. Dan tahun ini adalah tahun dimana tiba waktunya bagi anak mereka yang terakhir. Naga itu memiliki delapan kepala dan delapan ekor, panjang yang melebihi delapan bukit, dan mata mereka berwarna merah seperti anggur. Anak mereka yang terakhir bernama Kushinada-hime, adalah seorang wanita yang cantik.

Susanoo yang mengetahui hubungan baik pasangan tua itu dengan Amaterasu. Dia mencoba menawarkan bantuan dengan syarat boleh menikahi Kushinada dan mereka setuju. Susanoo mengubah Kushinada menjadi sebuah bulu dan menyelipkan di rambutnya agar aman. Dia juga menyuruh pasangan tua itu untuk membuat semacam pagar perlindungan yang besar disekitar rumah. Pagar itu memiliki delapan gerbang dengan delapan meja di tempatkan di setiap gerbang. Delapan tong/keranjang ditempatkan di setiap meja dimana setiap tong harus diisi dengan Sake yang dimasak delapan kali. (Sake: minuman beralkohol khas Jepang)

Kemunculan Yamata-no-Orochi


Susanoo dan keluarga tersebut menunggu kedatangan Orochi. Tidak perlu memakan banyak waktu sampai Orochi tiba. Sang monster mendapati bahwa jalannya terhalang oleh pagar besar itu. Salah satu kepala menyarankan untuk menghancurkan pagar itu, namun kepala yang lain mengatakan bahwa mereka mencium bau Sake di tempat itu (Sake adalah minuman favorit Orochi). Karena Orochi tidak mau Sake tersebut terbuang sia-sia, akhirnya mereka sepakat untuk tidak menghancurkan pagar itu. Setiap kepala mencari Sake itu dan meminumnya. Sake tersebut benar-benar dihabiskan hingga Orochi mabuk. Setelah melihat kesempatan ini, Susanoo keluar untuk menghadapi Orochi. Naga raksasa yang tengah mabuk bukan lawan yang berat bagi Susanoo. Dengan pedang pemberian ayahnya itu, dia memotong setiap kepala. Konon, sungai di sekitar rumah berubah menjadi merah karena darah dari Orochi.


Kusanagi-no-Tsurugi


Susanoo ingin memotong monster tersebut hingga ekor. Ketika dia tiba di bagian ekor, pedangnya kalah kuat dengan ekor Orochi. Karena penasaran, Susanoo mencoba untuk mencari tahu. Ternyata di dalam ekor naga tersebut terdapat sebuah pedang yang sangat kuat. Susanoo mengambil pedang tersebut dan memberi nama Ama-no-Murakumo-no-Tsurugi (Pedang Segumpal Awan Surga). Pedang tersebut dipersembahkan kepada saudarinya, Amaterasu, sebagai bentuk permohonan maaf. Kemudian pedang tersebut diganti nama menjadi Kusanagi-no-Tsurugi (Pedang Pemotong Rumput). Pedang tersebut kini menjadi salah satu harta karun legendaris Jepang (Imperial Regalia of Japan) dan tersimpan di sebuah kuil di Jepang.

Sebuah kuil bernama Kumano Taisha yang berlokasi di Shimane, dibangun untuk menghormatinya. (Shimane adalah bekas wilayah Izumo)

sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/50c1e0288027cff00300002c

Mitologi Jepang: Tsukuyomi (Dewa Bulan)

Story Tsukuyomi


Tsukuyomi adalah salah satu dari ketiga anak Izanagi. Dia terlahir saat Izanagi sedang mencuci mata kanannya setelah pulang dari Yomi (Underworld). Dia adalah saudara dari Amaterasu dan Susanoo. Dia tinggal di Takamagahara (Surga) bersama saudarinya, Amaterasu dengan memanjat sebuah tangga.

Tsukuyomi Dibuang

Suatu saat, Amaterasu pernah menyuruh Tsukuyomi untuk menggantikannya menemui Uke Mochi (Dewi Makanan) dalam sebuah pesta. Uke Mochi membuat makanan dengan cara berubah menjadi laut dan memuntahkan ikan, kemudian berubah ladang padi dan memuntahkan nasi. Karena merasa jijik dengan cara Uke Mochi membuat makanan, Tsukuyomi menghunuskan pedang ke arahnya. Ketika Tsukuyomi kembali untuk menemui Amaterasu, saudarinya menyadari apa yang baru saja terjadi. Dia mengusir Tsukuyomi dan berkata tidak ingin menatap wajahnya lagi untuk selamanya. Sejak saat itu, siang selalu terpisah dengan malam.

Dengan diliputi kesedihan, Amaterasu menyeruh salah satu Kami (Dewa) untuk melihat keadaan Uke Mochi. Saat itu Uke Mochi telah tewas. Namun kematian Uke Mochi tidak sia-sia karena tiba-tiba kerbau dan kuda muncul dari kepalanya, padi muncul dari dahinya, ulat sutera dari alis, beras dari perut serta gandum dan kacang dari alat kelamin. Hal tersebut membawa keuntungan untuk bumi.

Penghormatan Terhadap Tsukuyomi

Tsukuyomi adalah dewa yang paling dipuja setelah Amaterasu. Sebuah kuil dibangun untuk memujanya di Ise. Kuil ini terletak di bagian luar dari kuil Amaterasu. Berbagai upacara sudah menjadi tradisi untuk menghormatinya selama ribuan tahun. Sebuah kuil terkenal di Perfektur Yamagata juga dibangun secara khusus untuk menghormatinya. Kuil ini terletak di Gunung Gassan yang berarti "Gunung Rembulan". Upacara yang paling terkenal adalah Tsukimachi atau dikenal dengan nama "upacara memandang bulan".

Sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/50bb83a020d719e95400007c

Mitologi Jepang: Amaterasu (Dewi Matahari)

Story Amaterasu


Kisah mengenai Amaterasu tercatat dalam sejarah kuno Jepang yaitu Kojiki dan Nihon Shoki. Dia terlahir dari Izanagi ketika sedang mencuci mata kirinya setelah pulang dari Yomi (Underworld). Amaterasu merupakan saudari dari Tsukuyomi dan Susanoo. Amaterasu merupakan Dewi Matahari yang sangat dipuja di Jepang

Amaterasu dan Tsukuyomi


Amaterasu ditugaskan untuk menguasai bumi oleh ayahnya, Izanagi. Dia menjadi penguasa matahari dan surga bersama dengan saudaranya, Tsukuyomi yang menguasai bulan dan malam hari. Sebenarnya, dulu Amaterasu berbagi langit dengan Tsukuyomi. Namun ketika sebuah tragedi yang melibatkan Tsukuyomi terjadi kepada Uke Mochi (Dewi Makanan), Amaterasu menganggap Tsukuyomi jahat sehingga memisahkan malam dengan siang.

Pertengkaran dengan Susanoo


Hubungan antara Amaterasu dan Susanoo tidak selalu baik. Suatu ketika, karena kesal dengan tingkah Susanoo, Izanagi membuang Susanoo ke Yomi. Namun, karena dia masih memiliki beberapa urusan, dia pergi ke Takamagahara (Surga) untuk menemui Amaterasu. Amaterasu merasa curiga, namun Susanoo berkata bahwa dia hanya ingin mengucapkan salam perpisahan. Amaterasu tidak percaya dan meminta sebuah tantangan untuk menunjukkan kebaikan Susanoo.

Masing-masing dari mereka mengambil sebuah benda yang dimiliki dan berusaha menciptakan dewa atau dewi dari benda itu. Amaterasu menciptakan 3 wanita dari pedang Susanoo sedangkan 5 pria tercipta dari kalung Amaterasu. Keduanya merasa sebagai pemenang karena Susanoo menyatakan mampu menciptakan lebih banyak dari Amaterasu. Akan tetapi Amaterasu mengatakan bahwa barang tersebut miliknya. Kemudian Susanoo merasa kesal dan mengamuk. Dia mengancurkan persawahan Amaterasu dan melemparkan kuda poni (binatang yang dianggap sakral oleh Amaterasu) ke aula yang menewaskan pengawal Amaterasu. Amaterasu menjadi marah dan sedih. Dia bersembunyi di sebuah goa Ama-no-Iwato yang mengakibatkan matahari menghilang selama beberapa lama. Susanoo kemudian dibuang dari Surga.

Walaupun demikian, Amaterasu dibujuk untuk keluar dari goa oleh semua dewa, namun ditolak. Akhirnya, Dewi Keceriaan yang bernama Ame-no-Uzume membuat sebuah rencana. Dia meletakkan sebuah cermin perunggu besar dan meletakannya di sebuah pohon yang menghadap ke arah mulut goa. Kemudian Uzume berpakaian bunga dan dedaunan, membalikan sebuah ember cucian, menari di atasnya dan menabuh ember tersebut dengan kakinya. Akhirnya, Uzume melepaskan pakaiannya dan menari sambil telanjang. Semua dewa tertawa dengan keras dan membuat Amaterasu penasaran. Amaterasu akhirnya mengintip dari dalam dan sebuah cahaya (yang akhirnya dinamakan fajar), terpancar. Amaterasu melihat seorang dewi yang begitu cantik yang sebenarnya adalah pantulan dirinya di cermin. Dengan cepat, Dewa Ameno-Tajikarawo menarik Amaterasu dari dalam goa. Karena diliputi dengan keceriaan, Amaterasu berjanji untuk mengembalikan terang agar kegelapan hilang dari dunia. Uzume kemudian dikenal juga sebagai Dewi Fajar.

Sesudah itu, Amaterasu berdamai dan Susanoo menyerahkan pedang Kusanagi-no-Tsurugi sebagai hadiah penyesalan.

bonus art:



Sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/50ba38e6542acff028000061

Selasa, 18 Oktober 2016

Mitologi Jepang: Amaterasu, Tsukuyomi, & Susanoo

Amaterasu, Tsukuyomi, & Susanoo

Amaterasu, Dewi Matahari Tsukuyomi, Dewa Bulan Susanoo, Dewa Badai dan Laut, mungkin beberapa dari pembaca sudah pernah tau dengan nama nama dewa diatas ini.
ya tentu saja nama nama diatas sudah lumayan populer berkat film kartun jepang series dengan judul NARUTO, tapi siapa kah sosok sebenarnya dari dewa diatas?? mari kita bahas..

Amaterasu (Dewi Matahari)


Dalam sejarah Jepang dan kepercayaan Shinto, Amaterasu adalah dewi matahari yang memiliki peran sangat penting terhadap kehidupan. Dia juga dikenal dengan nama Amaterasu-Omikami atau Ohirume-no-Muchi-no-Kami. Namanya terdiri dari kata Amateru yang berarti "bersinar di surga". Konon, Kaisar Jepang adalah keturunan langsung dari Amaterasu.

Tsukuyomi (Dewa Bulan)

Tsukuyomi atau yang dikenal juga dengan nama Tsukiyomi-no-Mikoto adalah Dewa Bulan dalam mitologi Jepang dan kepercayaan Shinto. Namanya terdiri dari dua kata Tsukiyo yang berarti "cahaya bulan" dan miru yang berarti "memandang". Namun, kata Yomi bisa juga diartikan sebagai "dunia kegelapan".

Susanoo (Dewa lautan dan badai)

Susanoo atau yang juga dikenal dengan nama lengkap Takeheya Susanoo-no-Mikoto, adalah Kami (Dewa) yang berkuasa atas lautan dan badai. Dia muncul sebagai salah satu dewa tertinggi dalam mitologi Jepang dan kepercayaan Shinto. Susanoo juga diyakini sebagai dewa yang berkuasa atas Yomi (Alam Kubur/Underworld).

Mitologi Jepang: Izanami dan Izanagi

Izanami  & Izanagi 


Izanami (wanita) dan izanagi (pria), menurut mitologi jepang adalah dewa terpenting didalam penciptaan bumi, manusia dan dewa dewa.

Izanami

Dalam bahasa Jepang, Izanami-no-Mikoto memiliki makna "dia(wanita) yang mengajak". Dia adalah dewi penciptaan dan kematian, sekaligus adik dan istri dari Izanagi. Izanami adalah salah satu dewa utama dalam sejarah penciptaan Jepang dan kepercayaan Shinto

Izanagi

Dalam bahasa Jepang, Izanagi-no-Mikoto memiliki makna "dia(pria) yang mengajak. Merupakan suami sekaligus kakak dari Izanami. Izanagi juga merupakan dewa terpenting dalam kepercayaan Shinto dan sejarah penciptaan Jepang.

Pulau Pertama


Dewa segala penciptaan, Kunitokotachi dan Amenominakanushi menciptakan dua dewa suci dimana yang pria bernama Izanagi dan yang wanita bernama Izanami. Mereka ditugaskan untuk menciptakan pulau pertama. Untuk membantu mereka mereka melakukan tugas ini, mereka dianugerahi sebuah tombak yang dihiasi dengan permata. Tombak itu bernama Ame-no-Nuboko (tombak surgawi). Mereka pergi ke jembatan antara surga dan bumi atau yang dikenal dengan nama Ame-no-Ukihashi. Izanagi kemudian mengayunkan tombaknya ke dalam air lautan. Ketika tombak diangkat, air menetes dari ujung tombak tersebut yang secara ajaib muncullah Onogoroshima (pulau mistik). Lalu mereka turun ke pulau tersebut.

Pernikahan


Mereka berdua ingin menikah. Mereka membangun pilar yang disebut Ame-no-Mihashira (pilar surga), dan disekelilingnya membangun kediaman yang bernama Yahiro-Dono. Izanami dan Izanagi mengelilingi pilar tersebut dengan arah yang berlawanan, ketika mereka bertemu, Izanami menyapa terlebih dahulu. Izanagi merasa bahwa itu bukan tata cara yang tepat. Namun bagaimanapun juga mereka telah gituan. Izanami melahirkan dua anak yaitu Hiruko dan Awashima, namun mereka tidak diakui sebagai wujud dewa. Kemudian mereka menaruh anak mereka ke sebuah perahu dan menghanyutkannya ke lautan.

Izanami dan Izanagi menanyakan kepada dewa lain apakah mereka melakukan kesalahan dalam tata cara pernikahan. Beberapa saat kemudian mereka diberi tahu bahwa selama upacara pernikahan, sang pria haruslah menyapa lebih dahulu. Sekali lagi, mereka melakukan upacara pernikahan dan berhasil. Dari pernikahan tersebut terlahir ke delapan pulau besar (Oyashima), yang terdiri dari: Awaji, Iyo, Ogi, Tsukushi, Iki, Tsushima, Sado dan Yamato.

Kematian Izanami

versi game smite

Untuk beberapa lama, Izanami melahirkan beberapa pulau lagi dan beberapa Kami (dewa). Ketika Izanami melahirkan Kagu-Tsuchi (dewa api), dia tewas terbakar. Izanami dimakamkan di Gunung Hiba. Karena merasa kesal dengan kematian istrinya, Izanagi membunuh Kagu-Tsuchi dan tercipta beberapa dewa lain. Karena merasa tidak mampu hidup sendiri, Izanagi pergi ke Yomi (Underworld) untuk mencari istrinya. Setelah mencari beberapa lama, akhirnya dia menemukan Izanami yang diselimuti kegelapan. Izanagi meminta istrinya untuk pulang dan tinggal bersama, namun Izanami mengatakan bahwa hal itu sudah terlambat. Dia sudah memakan makanan dari Yomi yang berarti telah menjadi bagian dari Yomi. Izanami sudah tidak dapat kembali dihidupkan.

Walaupun demikian, Izanagi tidak mau meninggalkan istrinya di Yomi. Ketika Izanami tertidur, Izanagi mengambil sehelai bulu dan menyalakannya. Dia terkejut ketika melihat wujud Izanami yang dahulu cantik, sekarang berubah menjadi monster yang mengerikan. Karena tidak bisa menahan ketakutannya, Izanagi berteriak dengan keras kemudian lari. Izanami terbangun dan berusaha mengejar suaminya. Ketika Izanagi berhasil keluar dari mulut goa Yomi, dia menghancurkan dan menutup goa tersebut dengan bebatuan. Izanami sangat marah dan berteriak kepada Izanagi bahwa dia akan selalu membunuh 1.000 orang setiap harinya. Namun Izanagi membalas bahwa dia akan memberikan kehidupan kepada 1.500 orang setiap harinya.

sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/50b5b3141dd719c521000114/myth-izanami-dan-izanagi-dewa-dewi-dalam-mitologi-jepang/

Selasa, 11 Oktober 2016

Mahluk Mitos: Kraken

mungkin para pembaca pernah mendengar yang namanya kraken

Kraken adalah seekor monster yang digambarkan sebagai makhluk raksasa yang berdiam di lautan wilayah Islandia dan Norwegia, memiliki wujud seperti gurita raksasa, atau bisa juga cumi cumi raksasa. Makhluk ini disebut sering menyerang kapal yang lewat dengan cara menggulungnya dengan tentakel raksasanya dan menariknya ke bawah.



Begitu populernya makhluk ini sampai-sampai ia sering adaptasikan di dalam film-film populer seperti Pirates of the Caribbean, Clash of The Titans dan banyak lagi lainnya. 

Asal mula Kata Kraken sendiri berasal dari Kata “Krake” dari bahasa Skandinavia yang berarti ditujukan untuk hewan yang tidak sehat atau sesuatu yang aneh. Kata ini masih digunakan di dalam bahasa jerman modern untuk ditujukan kepada Gurita.

Kita mungkin hanya bisa mengira jika Kraken hanyalah sebuah bagian dari Cerita saja, namun sebenarnya ini bukanlah sebuah cerita belaka . Sebutan Monster Kraken ini pertama kali muncul dalam sebuah buku Systema Naturae yang ditulis oleh Carolus Linnaeus pada tahun 1735.
Mr. Linnaeus adalah orang yang pertama kali mengklasifikasikan tentang segala makhluk hidup ke dalam golongan – golongannya. Dalam bukunya tersebut, ia mengklasifikasikan Monster Kraken ke dalam golongan Chepalopoda dengan nama latin Microcosmus. Jadi bisa di bilang dibilang jika Kraken memiliki tempat di dalam sains modern.
Erik Ludvigsen Pontopiddan, Uskup Bergen yang juga seorang naturalis dan pecinta alam, pernah menulis di dalam bukunya Natural History of Norway yang terbit pada tahun 1752 Jika keberadaan Kraken tidak bisa dipungkiri lagil, Kraken adalah sesosok monster laut terbesar yang pernah dikenal.
Menurut Pontopiddan, Kraken memiliki ukuran tubuh sebesar sebuah pulau yang mengapung dan memiliki tentakel seperti bintang laut. Ia juga menyebutkan jika monster laut ini bisa dengan mudah menggulung kapal yang lewat dengan tentakelnya dan menarik kapal tersebut ke dasar lautan. Namun, menurut Pontopiddan, bahaya yang di hasilkan oleh Kraken adalah ombak air yang dashyat ketika ia menyelam ke dalam laut. Ombak itu bisa menenggelamkan seluruh kapal yang berada di dekatnya.
Kesimpulan ini sangat Menariknya, selain menggambarkan bahwa Kraken aadalah makhluk yang berbahaya, Pontopiddan juga menulis mengenai sisi lain dari Monster misterius ini. Ia Juga menyebutkan Jika ikan-ikan di laut suka berada dekat dengan Kraken. Karena hal ini juga, para nelayan dari Norwegia yang mengetahui hal ini sering mengambil sebuah resiko untuk menangkap ikan dengan membawa kapal kapal mereka hingga berada tepat di atas Kraken.
Jika para nelayan pulang dan membawa hasil tangkapan yang sangat banyak, para penduduk desa pasti sudah mengetahui jika para nelayan ini telah menangkap ikan tepat di atas Kraken.
Sudah Sejak lama, makhluk ini hanya dianggap sebagai bagian dari Mitologi kuno yang setara dengan sebuah dongeng atau Legenda. Namun ketika sisa-sisa bangkai bagian tubuh monster ini terdampar di pantai Albaek, Denmark, Pada tahun 1853, para ilmuwan mulai menyadari  jika legenda mengenai Kraken mungkin memang benar adanya , dan bukan hanya sebuah dongeng dari mulut ke mulut, Banyak yang menyebut kraken sebagai cumi-cumi raksasa (Giant Squid), cumi-cumi kolosal (Colossal Squid) atau Gurita raksasa (Giant Octopus).
Yang Jadi Pertanyaan adalah Seberapa besarkan seekor cumi atau gurita bisa bertumbuh?
Apakah Benar mereka bisa menyerang sebuah kapal besar seperti yang digambarkan di film-film?

Pada tahun 1801, Pierre Denys de Montfort yang sedang menyelidiki subjek mengenai keberadaan Kraken menemukan kalau di Kapel St.Thomas di St.Malo, Brittany, Perancis, terdapat sebuah lukisan yang menggambarkan seekor gurita raksasa sedang menyerang sebuah kapal dengan cara menggulungnya dengan tentakelnya. Insiden yang terdapat pada gambar dalam sebuah  lukisan tersebut ternyata berdasarkan pada peristiwa nyata.
Dikisahkan dalam gambar tersebut ,ini adalah sebuah lukisan sebuah kapal Norwegia yang sedang berada di lepas pantai Angola. Ketika mendapatkan Sebuah serangan tak terduga tersebut, para pelaut yang mendapat serangan kraken pada kapal mereka membuat sebuah Janji untuk St.Thomas yaitu jika mereka dapat terlepas dari bahaya serangan ini, mereka akan Mengenang kejadian ini dan menggambarkannya dalam sebuah lukisan.
Para awak kapal kemudian mengambil senjata mereka n pisau , pedang , kapak ,dan lain lain untuk melawan monster ini ,dengan cara memotong satu per satu tentakel-tentakelnya. Mendapatkan perlawanan yang cukup keras Monster Kraken itupun pergi meninggalkan kapal tersebut. Sebagai pemenuhan janji yang telah mereka ucapkan, para awak kemudian mengunjungi Kapel St.Thomas di Britanny dan menggantung lukisan itu sebagai ilustrasi atas peristiwa menyeramkan yang menimpa mereka.
Sayangnya, peristiwa yang menimpa para pelaut ini tidak diketahui kapan persis terjadinya. Namun, paling tidak, Kita dapat mengetahui ada sebuah serangan monster raksasa terhadap sebuah kapal dan cerita ini tidak bisa dibilang sebagai mitos semata.
Selain kisah lukisan di Kapel St.ThomasMr.Monfort juga menceritakan penampakan lain dengan makhluk serupa seperti cumi atau gurita raksasa yang dialami oleh kapten Jean-Magnus Dens dari Denmark yang secara langsung bertemu dengan makhluk itu di lepas pantai Angola. Makhluk raksasa ini menyerang kapal mereka dan  berhasil membunuh tiga orang awaknya.
Para awak kapal yang lainpun tidak tinggal diam saja, mendapatkan sebuah serangan dari monster laut ini mereka segera mengambil meriam dan menembakkannya ke monster itu berulang-ulang hingga monster itu menghilang ke dalam lautan.
Kapten Dens memperkirakan jika monster itu memiliki panjang sekitar 11 meter mungkin lebih.
Kisah lain terjadi pada tanggal 30 November 1861. Ketika sedang berlayar di sebuah kepulauan Canary, para awak kapal Perancis, Alencton , menyaksikan penampakan seekor monster laut raksasa yang sedang berenang tidak jauh dari kapal. Para awak kapalpun segera menyiapkan peluru dan mortir yang kemudian mereka tembakkan ke arah monster laut itu.
Monster yang merasa ketakutan dengan segera berenang menjauh dari kapal. Namun, kapal Alenctonsegera banting setir kemudi untuk fokus mengejarnya. Ketika mereka berhasil mendekatinya, garpu-garpu besi langsung dihujamkan ke tubuh monster itu dan jaring jaring segera dilemparkan. Ketika para awak mengangkat jaring itu, tubuh monster itu patah dan hancur dan kemudian jatuh kedalam air dan hanya menyisakan beberapa bagian dari tentakelnya saja.
Ketika kapal itu mendarat dan tentakel itu mereka perlihatkan kepada komunitas ilmuwan, para ilmuan sepakat jika para awak kapal mungkin telah melihat seekor cumi cumi raksasa dengan panjang sekitar 8 meter.
Pada bulan Oktober 1873, seorang nelayan bernama Theophile Piccot dan anaknya berhasil menemukan sebuah tentakel cumi cumi raksasa di Newfoundland. Setelah diukur panjangnya, para peneliti menyimpulkan kalau hewan ini kemungkinan memiliki panjang hingga 11 meter.
Kesimpulan dari cerita ini adalah Laut adalah Perairan yang sangat luas , dan masih belum seluruhnya terjamah oleh manusia. masih ada jutaan misteri yang terdapat dilaut, maka berhati hatilah jika anda sedang berada di laut.