Rabu, 01 Februari 2017

Mitologi China: Penciptaan

Bangsa Tionghoa mungkin satu-satunya bangsa yang tidak terlalu memperdulikan kisah mitos penciptaan seperti mitos-mitos penciptaan yang ada pada bangsa-bangsa lain. Kalaupun ada lebih bersifat filosofis seperti yang termaktub dalam kitab Yi Jing atau perubahan. Hal ini akan mempengaruhi filsuf-filsuf selanjutnya dan para filsuf mencoba membuat suatu pemikiran yang lebih bersifat filosofis dibandingkan dengan mitos-mitos. Misalnya Lao Zi, Lie Zi, Huai NanZi, Xun Zi dan lain-lain. Rata-rata menuliskan mengenai Hun Tun (Chaos) atau suatu konsep yang tidak terkatakan (abstract) dan Yin Yang. Hal ini terlepas dari pemikiran purba bahwa Huang Di sebagai pusat dari segalanya atau juga merupakan penguasa seluruh alam dan para DI (kaisar purba) lainnya. 
Walau demikian diluar dari pemikiran filosofis dan pemahaman mereka terhadap DI dan para DI pendahulu, masih ada mitos-mitos lain yang berkembang kemudian.Ada 2 mitologi penciptaan alam dan manusia yang berkembang dalam masyakarat Tionghoa. Yang 1 adalah Pan Gu dan dipercaya bahwa mitologi ini timbul pada masa pasca dinasti Han (masa Tiga Negara) dan disebarluaskan oleh orang negeri Wu.Kisah NvWa sendiri amat menarik dan ada kemungkinan berasal dari Yunnan dan mungkin merupakan sisa-sisa dari budaya Maternalistik. Perlu kita ketahui bahwa 20 marga awal dari bangsa Tionghoa memiliki karakter atau tulisan wanita.

Disini akan dituliskan 2 kisah penciptaan yaitu Pan Gu dan NvWa.


Pan Gu




Alam semesta ini diciptakan oleh Pan Gu. Ia dikatakan terlahir dari sebuah telur dengan memiliki sepasang tanduk, dua gading, serta tubuh
yang berbulu. Diceritakan bahwa Pan Gu telah menciptakan alam semesta ini dari batu karang yang melambangkan kekacauan selama 18.000 tahun.
Kisah penciptaan Tiongkok lainnya mengatakan bahwa alam semesta ini berasal dari mayat Pan Gu. Matanya menjadi masing-masing matahari dan
bulan, darahnya menjadi sungai-sungai, rambutnya berubah menjadi tumbuh-tumbuhan, dan dagingnya menjadi bumi ini. Manusia berasal dari
parasit-parasit yang merayapi tubuhnya.

Para pakar mengatakan bahwa mitos Pan Gu tentang asal usul alam semesta berasal dari selatan China , yakni di daerah sekitar Laibin , Otonomi Guangxi Zhuang sebelum menyebar dan masuk ke kawasan pusat dan utara Tiongkok. Professor Qin Naichang , ketua dari Institut Guangxi , membuktika bahwa anggapan umum yang menganggap China tidak memiliki semacam mitos penciptaan alam semesta adalah salah . Sekaligus mematahkan teori bahwa mitologi Pan Gu berasal dari India , Mesir dan Mesopotamia.

Setelah dua minggu melakukan penelitian , dapat disimpulkan bahwa Laibin adalah tempat dimana mitos Pan Gu berasal. Profesor Qin dan koleganya menemukan bahwa mitologi ini masih terkait dengan masyarakat Laibin sekarang.
Mereka masih merayakan festival tradisional Pan Gu dan juga masih memelihara kisah , puisi , cerita rakyat dan drama opera yang berkaitan dengan Pan Gu. Tim Riset juga menemukan kuil kuno yang didirikan untuk Pan Gu  di Guilin.
Mitos Pan Gu berkisah tentang pemisahan antara surga dan bumi . Dan mitos ini terus lestari dan menyebar ke wilayah tengah dan utara China melalui interaksi kultural yang mulai intens terjadi saat Dinasti Qin berkuasa [221-207 M] .

Kota Laibin terletak di pusat lembah Pearl River dan memiliki jumlah populasi etnis Zhuang yang besar. Dalam versi masyarakat Zhuang , seorang anak lelaki dan saudarinya adalah manusia yang masih bertahan sesudah banjir besar di masa prasejarah. Mereka kemudian menikah dan segumpal daging berbentuk batu asah terlahir. Mereka kemudian memecahnya menjadi beberapa potong dan setiap potong menjelma menjadi sekumpulan masyarakat yang mulai bereproduksi. Pasangan itu bernama Pan dan Gou dalam bahasa Zhuang.
Penemuan itu membantu masyarakat China untuk mengetahui sejarah panjang peradabannya termasuk juga mitos dan legenda yang turut membentuk identitas kultural.


Mitos Pan Gu  Yang Lain 





Sejarah kultural seperti kebudayaan kuno lainnya juga dimulai dengan mitologi. Di zaman dahulu kala, leluhur orang China mulai menuliskan pandangan mereka terhadap alam semesta ini. Mereka menganggap bahwa sebelum dunia ini terbentuk, langit (Tian) dan bumi (Di) merupakan satu kesatuan yang disebut dengan keadaan tidak berbentuk atau chaos (Hun Dun). 18 ribu tahun kemudian, seorang bernama Pan2 Gu3 mulai memisahkan langit dan bumi. Setiap hari, langit bertambah tinggi 3.3 meter, bumi bertambah tebal 3.3 meter dan Pan Gu bertambah tinggi 3.3 meter. Demikian seterusnya 18 ribu tahun berlalu dan langit telah sangat tinggi, bumi telah sangat tebal. Setelah Pan Gu wafat, anggota tubuhnya kemudian menjadi matahari dan bulan, gunung dan laut, sungai dan danau.

Sebenarnya mitos penciptaan yang dikaitkan dengan Pan Gu adalah mitos yang berumur muda, mitos itu timbul pada periode Tiga Negara
三國 (220-280 AD)dalam buku SanWu LiJi 三五曆記[1] yang  ditulis oleh Xu Zheng 徐整 yang menjabat sebagai pejabat ritual太常卿 pada kerajaan Wu 吳.  Walau umurnya kisan Pan Gu masih muda dibandingkan dengan mitos-mitos lainnya, tapi mitos ini tetap merupakan mitos mengenai terjadinya alam semesta.

Qi Liang
啟良 berpendapat “bahwa mitos adalah suatu cara manusia mengekspresikan sejarah purbanya, terutama dalam menjelaskan segala sesuatunya dan asalnya. Dalam mitologi Yunani, manusia mencari sejarahnya adalah dengan menggunakan mitos. Misalnya adalah Prometheus yang memberikan manusia banyak keahlian.[2] “ Qi Liang berpendapat demikian, karena dalam mitos Yunani, Promotheus adalah pencuri api dan mengajarkan manusia menggunakan api, sedangkan dalam mitos Tiongkok adalah Sui Ren 遂人[3] yang menemukan api dengan menggosokkan kayu. Promotheus adalah dewa sedangkan Sui Ren adalah manusia biasa. Selain Sui Ren, adalah You Chao 有巢 yang mengajarkan manusia untuk membuat gubuk, Shen Nong 神農 mencobai tanaman dan rumput untuk mengetahui khasiat tanaman tersebut bagi tubuh, Fu Xi 伏羲 menemukan cara membuat jala dan sebagainya.

Bahkan dalam menghadapi banjir besar, terlihat perbedaan menyolok antara mitos dan legenda bangsa lain dengan bangsa Tiongkok. Misalnya kisah Gilgamesh dan Nuh dibandingkan kisah Nv Wa
女媧dan Da Yu大禹 ( Yu yang  Agung ). Dalam kisah Gilgamesh dan Nuh diceritakan bahwa banjir adalah bencana dari mahluk adikodrati dan mereka tidak berbuat apapun kecuali membuat kapal kotak besar dan menunggu banjir surut.Dalam legenda Tiongkok, Nv Wa mencari cara mengatasi banjir dengan menambal langit yang bolong dengan menggunakan batu pancawarna yang dilebur. Dan Da Yu 大禹membangun kanal, membuat kolam penampungan air.Dari dua legenda itu tentunya terlihat perbedaan dalam menyikapi bencana yang terjadi.



NvWa




Seorang dewi bernama NvWa dipercaya oleh masyarakat Tiongkok kuno sebagi pencipta para mahluk dibumi. Dalam kitab Taiping Yilan

太平御览 disebut bahwa NvWa pada bulan pertama hari pertama menciptakan ayam, hari ke 2 menciptakan anjing, hari ke 3 menciptakan kambing, hari ke 4 menciptakan babi, hari ke 5 menciptakan kerbau, hari ke 6 menciptakan kuda dan pada hari ke 7 menciptakan manusia dengan menggunakan tanah kuning dengan air, cara ini dianggap lamban. NvWa kemudian menggunakan

ranting tanaman merambat dan mencelupkan ke dalam rawa-rawa kemudian menggoyangkannya. Lumpur yang menetes dan jatuh ke tanah itu menjadi
manusia. Ia pula yang merancang tata cara perkawinan dan menjadi mak comblang semua manusia untuk melanjutkan keturunan.

Diriwayatkan pula bahwa ia telah memperbaiki langit dari kebocorannya. Kebocoran langit tersebut, disebabkan oleh pertempuran antara dewa air (Zhu Rong) dan dewa api (Gong Gong). Dewa api yang kalah kemudian membenturkan kepalanya ke dinding langit sehingga berlubang besar danm air dengan derasnya mengguyur ke bumi. Hal ini merupakan penyebab bencana air bah yang melanda umat manusia pada masa itu.
NvWa menciptakan leluhur orang Tionghoa dengan tanah yang berasal dari langit yang mencontoh wujud dewa sehingga terciptalah orang Tionghoa. Dan demi perkembangan umat manusia, bersamaan dengan ini dewi Nvwa menciptakan juga mahkluk- mahkluk hidup untuk mendampingi umat manusia. 
Manusia yang dibuat meniru dewa tidak bisa disamakan dengan semua mahkluk baik itu hewan maupun tumbuh-tumbuhan, karena itu Nvwa membuat sistem dan peraturan pernikahan untuk umat manusia, agar manusia tidak sembarang berhubungan dengan binatang, sehingga Nvwa memiliki juga sebutan lain yakni dewi pernikahan, dengan ini umat manusia bisa beranak cucu meneruskan keturunannya didunia ini.

Nv Wa  ini sudah menjadi pengetahuan umum bagi banyak orang Tiongkok, terutama yang pernah belajar yang menyangkut masa prasejarah.

Copas dari: http://vincentspirit.blogspot.co.id/2011/12/mitologi-penciptaan-orang-china.html

World Myth: Mahluk Mahluk Myto Dunia Part 1

1.Pegasus


Pegasus adalah seekor kuda yang memiliki sayap putih lebar.Dalam mitologi yunani disebutkan bahwa pegasus lahir dari darah medusa saat Perseus memenggal kepalanya. Disebutkan juga bahwa Pegasus ditunggangi oleh Bellerophon untuk melawan Chimera. Pegasus adalah kuda yang mempunyai sayap dan penerbang yang unggul. Pegasus adalah hasil dari hubungan Medusa dan Poseidon yang menyakitkan. Lahir dari Medusa ketika kepalanya dipotong oleh Perseus. Dijinakkan ole Bellerophon dan melayaninya digunungnya selama petualangannya termasuk ketika Bellerophon membunuh Chimaera. Ketika Bellerophon ingin menerbangkan Pegasus ke gunung Olympus, dia dihempaskan oleh Zeus. Tetapi Pegasus tetap terbang dan berhasil tiba di gunung Olympus. Disinilah Pegasus menghabiskan hari-harinya dengan membawakan petir untuk Zeus.

2.Dragon

 
Dragon atau naga adalah hewan dengan ukuran yang sangat menakjubkan.Mereka berbentuk reptil dan terkadang memiliki beberapa kepala dan dapat menghembuskan nafas api.Naga dipercaya dapat ditaklukan lewat musik.Naga juga disebut2 sebagai dewa oleh beberapa suku.

3.Harpies






Harpy, di mitologi Yunani diceritakan bahwa harpy adalah hewan bersayap yang memiliki tubuh seperti burung elang dan memiliki kepala wanita.Legenda menceritakan bahwa harpy suka mencuri tubuh orang mati, menyebarkan bau busuk dan meracuni makanan di desa2 yang dilewatinya

4.Griffin


Griffin adalah hewan legenda yang memiliki sayap seekor elang dan kaki seekor singa.Disebut sebagai burung terbesar dan menjadi hewan yang sangat sakral untuk dewa Apollo dan griffin juga merupakan hewan penjaga matahari. Makhluk ini terlihat pada saat peradaban Minoan (2700-1450 SM)

5.Werewolves


Werewolves pada dasarnya adalah seorang manusia yang memiliki kemampuan untuk “berubah wujud” ke bentuk hewan, terutama kebentuk serigala.Werewolves bisa berubah berdasarkan keinginan sendiri atau dorongan dari luar seperti halnya bulan purnama.Orang dapat menjadi werewolves akibat gigitan dari werewolves atau turunan dari lahir (anak dari werewolves)Werewolves memiliki regenerasi yang sangat hebat, sehingga mereka tidak menjadi tua, tapi ini tidak membuat mereka abadi.Menusuk jantung atau otaknya dapat membunuh mereka

6.Loch Ness


Loch Ness legenda yang berasal dari scotlandia.Dilaporkan bahwa lochness adalah hewan dari jaman dinosaurus yang berhasil bertahan dari ledakan meteor dan masih hidup hingga kini.Ditemukan di scotland tahun 1930,Lochness diperkirakan memiliki panjang tubuh 45 kaki dengan kulit kasar dan warna coklat gelap.Beberapa orang percaya kalau lochness adalah plesiosaurus,walaupun sampai sekarang belum ada bukti yang memadai tentang adanya lochness atau tidak.

7.Troll




Troll berasal dari legenda scandinavia yang menyebutkan bahwa troll adalah roh yang hidup dalam goa didalam pegunungan.Saat malam tiba mereka akan keluar untuk menculik wanita dan anak2.Ada dua macam troll, Giant yang berukuran raksasa dan dwarf yang berukuran kecil.

8.Cerberus



Berdasarkan mitos Yunani, Cerberus adalah anjing raksasa berkepala 3 yang menjaga pintu masuk ke Hades.Cerberus adalah anak dari Typhon dan Echidna.Dalam legenda Yunani disebutkan bahwa Orpheus, Aeneas dan Odysseus mampu melewati Cerberus dan masuk ke dunia bawah atau Hades.

9.Naga / Nagini


umumnya orang indonesia mengenal yang disebut Naga adalah Dragon. Namun Naga sendiri sebenarnya adalah mahluk mitologis yang berbeda dengan Dragon. Naga muncul pada kebudayaan Hindu dan Budha, kemungkinan berasal dari daerah India dan sekitarnya. Naga adalah mahluk setengah ular, setengah manusia, terkadang digambarkan sebagai ular raksasa. Yang laki-laki disebut Naga, sedangkan versi perempuannya disebut Nagini. Naga sering dianggap sebagai entitas yang bersifat jahat, namun tidak jarang juga dianggap sebagai penjaga sungai atau danau

10.Ghoul


Ghoul adalah monster dari Arab kuno, konon monster ini juga tertulis di dalam Quran (gak tau, gak pernah baca soalnya). Pada awalnya Ghoul dianggap sebagai Jinn, namun seiring dengan berlalunya waktu, Ghoul lebih sering digambarkan sebagai sejenis zombi atau vampir. Ghoul adalah mahluk yang tinggal di padang gurun dan memangsa pengelana selain itu Ghoul juga sering merusak makam dan memangsa mayat.

Senin, 14 November 2016

Mitologi Hindu: Dewa Dewi Hindu

Agni (Dewa api)


Dalam ajaran agama Hindu, Agni adalah dewa yang bergelar sebagai pemimpin upacara, dewa api, dan duta para
Dewa. Kata Agni itu sendiri berasal dari bahasa Sanskerta (अग्नि) yang berarti 'api'. Konon Dewa Agni adalah
putra Dewa Dyaus dan Pertiwi. 

Aswin kembar (Dewa pengobatan, putera Dewa Surya)


Dalam ajaran agama Hindu, Aswin (Sanskerta: अश्विन, Latin: aśvin, dibaca: As-win) adalah Dewa kembar yang
bergelar sebagai 'dokter para Dewa'. Mereka merupakan putera Dewa Surya danDewi Saranya.
Mereka dewa yang sering disebut sebagai dewanya pengobatan dalam Ayurweda. Mereka adalah dua bersaudara yang
ramah, suka menolong. Mereka dilukiskan sebagai penunggang kuda yang membawa kemakmuran pada manusia serta
menyembuhkan segala penyakit dan kemalangan.
Mereka disamakan dengan si kembar Castor dan Pollux dalam Mitologi Yunani.
Mereka juga Dewa yang disebut-sebut dalam Rg-Weda, dengan 57 syair di dalamnya yang memuji-muji mereka.
Mereka juga disebut Nāsatya (na+asatya, artinya "bukan kebohongan" atau sama dengan "kebenaran"). 

Brahma (Dewa pencipta, Dewa pengetahuan, dan kebijaksanaan)


Menurut ajaran agama Hindu, Brahma (Dewanagari: ब्रह्मा; IAST: Brahmā) adalah Dewa pencipta. Dalam filsafat
Adwaita, ia dipandang sebagai salah satu manifestasi dari Brahman (sebutan Tuhan dalam konsep Hinduisme)
yang bergelar sebagai Dewa pencipta. Dewa Brahma sering disebut-sebut dalam kitab Upanishad dan Bhagawadgita

Candhra (Dewa bulan)


Dalam agama Hindu, Candra adalah dewa bulan, sekaligus seorang Graha. Candra juga disamakan dengan Soma,
dewa bulan dalam Weda-Weda. Kata Soma merujuk kepada minuman manis dari tanaman, sehingga Candra menjadi
penguasa tanaman dan tumbuhan. Candra digambarkan sebagai dewa yang berparas muda dan tampan, berlengan dua
dan memegang gada dan teratai. Konon setiap malam ia mengendarai keretanya untuk melintasi langit. Keretanya
ditarik oleh sepuluh kuda putih, atau kadangkala ditarik antilop. Meski antilop adalah hewan yang biasa
dilukiskan bersamanya dalam simbol-simbol, kelinci juga dikeramatkan olehnya dan seluruh kelinci berada
dalam perlindungannya. Candra dikaitkan dengan embun, dan ia juga salah satu dewa kesuburan. Candra sebagai
Soma, mengetuai Somawara atau hari Senin.
Candra merupakan ayah Budha. Ia merupakan suami bagi Rohini, Anurada dan Bharani, yang merupakan 27 Naksatra
(rasi bintang), puteri-puteriDaksa.

Durgha (Dewi pelebur, istri Dewa Siva)


Menurut kepercayaan umat Hindu, Durga (Dewanagari: दुर्गा) adalah istri Siwa. Dalam agama Hindu, Dewi Durga (atau
Betari Durga) adalah ibu dari Dewa Ganesa dan Dewa Kumara (Kartikeya). Ia kadangkala disebut Uma atau
Parwati. Dewi Durga biasanya digambarkan sebagai seorang wanita cantik berkulit kuning yang mengendarai
seekor harimau. Ia memiliki banyak tangan dan memegang banyak tangan dengan posisi mudra, gerak tangan yang
sakral yang biasanya dilakukan oleh para pendeta Hindu.
Di Nusantara, Dewi ini cukup dikenal pula. Candi Prambanan di Jawa Tengah, misalkan juga dipersembahkan
kepada Dewi ini.

Ganesha (Dewa pengetahuan, Dewa kebijaksanaan, putera Dewa Siva)


Ganesa (Sanskerta गणेश ; ganeṣa Tentang suara ini dengarkan (bantuan·info)) adalah salah satu dewa terkenal
dalam agama Hindu dan banyak dipuja oleh umat Hindu, yang memiliki gelar sebagai Dewa pengetahuan dan
kecerdasan, Dewa pelindung, Dewa penolak bala/bencana dan Dewa kebijaksanaan.Lukisan dan patungnya banyak
ditemukan di berbagai penjuru India; termasuk Nepal, Tibet dan Asia Tenggara. Dalam relief, patung dan
lukisan, ia sering digambarkan berkepala gajah, berlengan empat dan berbadan gemuk. Ia dikenal pula dengan
nama Ganapati, Winayaka dan Pilleyar. Dalam tradisi pewayangan, ia disebut Bhatara Gana, dan dianggap
merupakan salah satu putera Bhatara Guru (Siwa). Berbagai sekte dalam agama Hindu memujanya tanpa
memedulikan golongan. Pemujaan terhadap Ganesa amat luas hingga menjalar ke umat Jaina, Buddha, dan di luar
India.[1]
Meskipun ia dikenal memiliki banyak atribut, kepalanya yang berbentuk gajah membuatnya mudah untuk dikenali.
Ganesa mahsyur sebagai "Pengusir segala rintangan" dan lebih umum dikenal sebagai "Dewa saat memulai
pekerjaan" dan "Dewa segala rintangan" (Wignesa,Wigneswara), "Pelindung seni dan ilmu pengetahuan", dan
"Dewa kecerdasan dan kebijaksanaan". Ia dihormati saat memulai suatu upacara dan dipanggil sebagai
pelindung/pemantau tulisan saat keperluan menulis dalam upacara.[2] Beberapa kitab mengandung anekdot mistis
yang dihubungkan dengan kelahirannya dan menjelaskan ciri-cirinya yang tertentu.

Ganesa muncul sebagai dewa tertentu dengan wujud yang khas pada abad ke-4 sampai abad ke-5 Masehi, selama
periode Gupta, meskipun ia mewarisi sifat-sifat pelopornya pada zaman Weda dan pra-Weda.[3] Ketenarannya
naik dengan cepat, dan ia dimasukkan di antara lima dewa utama dalam ajaran Smarta (sebuah denominasi Hindu)
pada abad ke-9. Sekte para pemujanya yang disebut Ganapatya, (Sanskerta: गाणपत्य;gāṇapatya), yang menganggap
Ganesa sebagai dewa yang utama, muncul selama periode itu.[4] Kitab utama yang didedikasikan untuk Ganesa
adalah Ganesapurana, Mudgalapurana, dan Ganapati Atharwashirsa.

Indra (Dewa hujan, Dewa perang, raja surga)


Dalam ajaran agama Hindu, Indra (Sanskerta: इन्द्र atau इंद्र, Indra) adalah dewa cuaca dan raja kahyangan. Oleh
orang-orang bijaksana, ia diberi gelar dewa petir, dewa hujan, dewa perang, raja surga, pemimpin para dewa,
dan banyak lagi sebutan untuknya sesuai dengan karakter yang dimilikinya. Menurut mitologi Hindu, Beliau
adalah dewa yang memimpin delapan Wasu, yaitu delapan dewa yang menguasai aspek-aspek alam.
Dewa Indra terkenal di kalangan umat Hindu dan sering disebut dalam susastra Hindu, seperti kitab-kitab
Purana (mitologi) dan Itihasa(wiracarita). Dalam kitab-kitab tersebut posisinya lebih menonjol sebagai raja
kahyangan dan memimpin para dewa menghadapi kaum raksasa. Indra juga disebut dewa perang, karena Beliau
dikenal sebagai dewa yang menaklukkan tiga benteng musuhnya (Tripuramtaka). Ia memiliki senjata yang disebut
Bajra, yang diciptakan oleh Wiswakarma, dengan bahan tulang Resi Dadici. Kendaraan Beliau adalah seekor
gajah putih yang bernama Airawata. Istri Beliau Dewi Saci.
Dewa Indra muncul dalam kitab Mahabarata. Ia menjemput Yudistira bersama seekor anjing, yang mencapai puncak
gunung Mahameru untuk mencari Swargaloka.
Kadangkala peran dewa Indra disamakan dengan Zeus dalam mitologi Yunani, dewa petir sekaligus raja para
dewa. Dalam agama Buddha, beliau disamakan dengan Sakra.

Kuwera / Kubera (Dewa kekayaan)


Dalam agama Hindu, Kuwera (Dewanagari: कुबेर; IAST: Kuvera) adalah dewa pemimpin golongan bangsa Yaksa atau
Raksasa. Meskipun demikian, ia lebih istimewa dan yang utama di antara kaumnya. Ia bergelar "bendahara para
Dewa", sehingga ia disebut juga Dewa Kekayaan. Kuwera merupakan putera dari seorang resi sakti bernama
Wisrawa. Ia satu ayah dengan Rahwana, namun lain ibu. Ia menjadi raja di Alengka, menggantikan Malyawan,
namun di kemudian hari kekuasaannya direbut oleh Rahwana. Karena merasa tidak sanggup mengalahkan Rahwana,
Kuwera pun dengan berat hati menyerahkan tahta.

Laksmi (Dewi kemakmuran, Dewi kesuburan, istri Dewa Visnu)


Dalam agama Hindu, Laksmi (Dewanagari: लक्ष्मी; IAST: Lakshmī) adalah dewi kekayaan, kesuburan, kemakmuran,
keberuntungan, kecantikan, keadilan, dan kebijaksanaan.
Dalam kitab-kitab Purana, Dewi Laksmi adalah Ibu dari alam semesta, sakti dari Dewa Wisnu. Dewi Laksmi
memiliki ikatan yang sangat erat dengan Dewa Wisnu. Dalam beberapa inkarnasi Wisnu (Awatara) Dewi Laksmi
ikut serta menjelma sebagai Sita (ketika Wisnu menjelma sebagai Rama), Rukmini (ketika Wisnu menjelma
sebagai Kresna), dan Alamelu (ketika Wisnu menjelma sebagai Wenkateswara).

merak dalam penggambaran Dewi laksmi, yang mana adalah simbol dari kebenaran mutlak penciptaan hitam dan
putih. sebab merak sesekali waktu mengembangkan bulu-bulunya sebagai lambang keindahan yang abadi dan
lambang pernikahan.
Dewi Laksmi disebut juga Dewi Uang. Ia juga disebut "Widya", yang berarti pengetahuan, karena Beliau juga
Dewi pengetahuan keagamaan. Ia juga dihubungkan dengan setiap kebahagiaan yang terjadi di antara keluarga
dan sahabat, perkawinan, anak-anak, kekayaan, dan kesehatan yang menjadikannya Dewi yang sangat terkenal di
kalangan umat Hindu.

Saraswati (Dewi pengetahuan, istri Dewa Brahmā)


Saraswati (Dewanagari: सरस्वती; IAST: Sarasvatī) adalah salah satu dari tiga dewi utama dalam agama Hindu, dua
yang lainnya adalah Dewi Sri (Laksmi) dan Dewi Uma (Durga). Saraswati adalah sakti (istri) dari Dewa Brahma,
Dewa Pencipta. Saraswati berasal dari akar kata sr yang berarti mengalir. Dalam Regweda V.75.3, Saraswati
juga disebut sebagai Dewi Sungai, disamping Gangga, Yamuna, Susoma dan yang lainnya.

Shiwa (Dewa pelebur)


Siwa (Dewanagari: शिव; IAST: Śiva) adalah salah satu dari tiga dewa utama (Trimurti) dalam agama Hindu. Kedua
dewa lainnya adalah Brahmadan Wisnu. Dalam ajaran agama Hindu, Dewa Siwa adalah dewa pelebur, bertugas
melebur segala sesuatu yang sudah usang dan tidak layak berada di dunia fana lagi sehingga harus
dikembalikan kepada asalnya.

Surya (Dewa matahari)


Surya (Sanskerta: सूर्य; Surya) adalah nama dewa matahari menurut kepercayaan umat Hindu. Surya juga diadaptasi
ke dalam dunia pewayangan sebagai dewa yang menguasai atau mengatur surya atau matahari, dan diberi gelar
"Batara". Menurut kepercayaan Hindu, Surya mengendarai kereta yang ditarik oleh 7 kuda. Ia memeiliki kusir
bernama Aruna, saudara Garuda, putra Dewi Winata.

Waruna (Dewa air, Dewa laut dan samudra)


Dalam ajaran agama Hindu, Baruna atau Waruna (Devanagari: वरुण; Latin: Varuna) adalah manifestasi Brahman yang
bergelar sebagai dewa air, penguasa lautan dan samudra. Kata Baruna (Varuna) berasal dari kata var (bahasa
Sanskerta) yang berarti membentang, atau menutup. Kata "var" tersebut kemudian dihubungkan dengan laut,
sebab lautan membentang luas dan menutupi sebagian besar wilayah bumi.
Menurut kepercayaan umat Hindu, Baruna menguasai hukum alam yang disebut Reta. Ia mengandarai makhluk yang
disebut makara, setengah buaya setengah kambing (kadangkala makara disamakan dengan buaya, atau dapat pula
digambarkan sebagai makhluk separuh kambing separuh ikan). Istri Beliau bernama Baruni, yang tinggal di
istana mutiara. Oleh orang bijaksana, Dewa Baruna juga disebut sebagai Dewa langit, Dewa Hujan, dan dewa
yang menguasai hukum.

Wayu / Bayu (Dewa angin)


Bayu (Sanskerta: वायुदाब वायु ; Vāyu, baca: Bayu, disebut juga Waata (वात: Vāta) atau Pawana (पवन : Pavana) atau Prāna)
dalam agama Hinduadalah Dewa utama, bergelar sebagai Dewa angin. Udara (Vāyu) atau angin (Pāvana) merupakan
salah satu unsur dalam Panca Maha Bhuta, lima elemen dasar dalam ajaran agama Hindu.
Dewa dalam agama Hindu ini diadaptasi ke dalam dunia pewayangan sebagai dewa penguasa angin yang bertempat
tinggal di Khayangan Panglawung. Batara bayu ditugaskan untuk mengatur dan menguasai angin. Pada zaman Treta
Yuga, Batara Bayu menjadi guru Hanoman agar kera tersebut menjadi sakti. Pada zaman Dwapara Yuga, Batara
Bayu menurunkan Werkudara (Bima). Ciri dari murid ataupun keturunan dewa ini adalah mempunyai "Kuku
Pancanaka".

Wisnu (Dewa pemelihara, Dewa air)


Dalam ajaran agama Hindu, Wisnu (Dewanagari: विष्णु ; Viṣṇu) (disebut juga Sri Wisnu atau Nārāyana) adalah Dewa
yang bergelar sebagaishtiti (pemelihara) yang bertugas memelihara dan melindungi segala ciptaan Brahman
(Tuhan Yang Maha Esa). Dalam filsafat Hindu Waisnawa, Ia dipandang sebagai roh suci sekaligus dewa yang
tertinggi. Dalam filsafat Adwaita Wedanta dan tradisi Hindu umumnya, Dewa Wisnu dipandang sebagai salah satu
manifestasi Brahman dan enggan untuk dipuja sebagai Tuhan tersendiri yang menyaingi atau sederajat
denganBrahman.

Yama (Dewa maut, Dewa akhirat, hakim yang mengadili roh orang mati)


Batara Yama adalah nama dewa penjaga neraka dalam agama Hindu dan Buddha. Namanya sudah disebut dalam kitab
Weda.
Dalam ajaran agama Hindu, Dewa Yama merupakan manifestasi dari Brahman yang bergelar sebagai Dewa akhirat,
Hakim Agung yang mengadili roh orang mati, untuk mempertimbangkan apakah suatu roh layak mendapat surga atau
sebaliknya, mendapat neraka.
Dewa Yama dilukiskan sebagai seorang tua yang berkuasa di singasana neraka, memiliki dua wajah yang tidak
terlihat sekaligus. Wajah yang sangar dan menyeramkan terlihat oleh roh orang-orang yang hidupnya penuh
dengan perbuatan salah, sedangkan wajah yang lembut dan berwibawa terlihat oleh roh-roh yang hidupnya penuh
dengan perbuatan baik.

Sekian dari artikel macam macam dewa dewi hindu.Mohon maaf karena tidak ada gambar harap dimaklumi

copas dari: http://dutaalfarizi.blogspot.co.id/2014/03/macam-macam-dewa-dewi-hindu-dengan.html

Rabu, 19 Oktober 2016

Mitologi Jepang: Susanoo (Dewa lautan dan badai)

Story Susanoo


Susanoo adalah salah satu dari ketiga anak Izanagi. Dia terlahir saat Izanagi sedang mencuci hidungnya setelah pulang dari Yomi (Underworld). Dia adalah saudara dari Amaterasu danTsukuyomi. Dia tinggal di Takamagahara (Surga) bersama kedua saudaranya, Amaterasu dan Tsukuyomi. Dia mewarisi pedang legendaris milik ayahnya, yaitu Totsuka-no-Tsurugi (pedang yang digunakan Izanagi untuk membunuh Hino-Kagu-Tsuchi).

Pertengkaran Susanoo


Menurut kisah legendaris Jepang, Kojiki, diceritakan bahwa hubungan antara Susanoo dengan Amaterasu tidak pernah akur. Suatu ketika saat Susanoo mendapat tugas dari ayahnya, dia pergi mengunjungi Amaterasu. Saudarinya menaruh kecurigaan walaupun Susanoo mengatakan hanya ingin mengucapkan salam perpisahan. Namun, bagaimanapun juga demi membuktikannya, mereka melakukan sebuah kompetisi. Masing-masing dari mereka mengambil objek dari lawan dan menciptakan dewa darinya. Amaterasu berhasil menciptakan 3 wanita dari pedang Susanoo sedangkan Susanoo menciptakan 5 pria dari kalung Amaterasu. Karena merasa diri mereka masing-masing sebagai pemenang, akhirnya Susanoo mengalah. Namun dia mengamuk dengan melemparkan kuda poni (binatang yang dianggap sakral oleh Amaterasu) ke dalam aula dan menewaskan salah satu penjaga. Susanoo juga menghancurkan ladang Amaterasu dengan badai buatannya. Setelah kejadian itu, Amaterasu marah dengan bersembunyi di sebuah goa dan Susanno pun diusir.

Pembuangan ke Izumo


Susanoo dibuang ke sebuah provinsi yang bernama Izumo. Ketika dia baru saja turun, dia bertemu dengan sepasang orang tua yang sedang bersedih. Pasangan tua itu menjelaskan bahwa mereka sebenarnya memiliki delapan anak, namun setiap tahun anak mereka dimakan oleh monster naga. Dan tahun ini adalah tahun dimana tiba waktunya bagi anak mereka yang terakhir. Naga itu memiliki delapan kepala dan delapan ekor, panjang yang melebihi delapan bukit, dan mata mereka berwarna merah seperti anggur. Anak mereka yang terakhir bernama Kushinada-hime, adalah seorang wanita yang cantik.

Susanoo yang mengetahui hubungan baik pasangan tua itu dengan Amaterasu. Dia mencoba menawarkan bantuan dengan syarat boleh menikahi Kushinada dan mereka setuju. Susanoo mengubah Kushinada menjadi sebuah bulu dan menyelipkan di rambutnya agar aman. Dia juga menyuruh pasangan tua itu untuk membuat semacam pagar perlindungan yang besar disekitar rumah. Pagar itu memiliki delapan gerbang dengan delapan meja di tempatkan di setiap gerbang. Delapan tong/keranjang ditempatkan di setiap meja dimana setiap tong harus diisi dengan Sake yang dimasak delapan kali. (Sake: minuman beralkohol khas Jepang)

Kemunculan Yamata-no-Orochi


Susanoo dan keluarga tersebut menunggu kedatangan Orochi. Tidak perlu memakan banyak waktu sampai Orochi tiba. Sang monster mendapati bahwa jalannya terhalang oleh pagar besar itu. Salah satu kepala menyarankan untuk menghancurkan pagar itu, namun kepala yang lain mengatakan bahwa mereka mencium bau Sake di tempat itu (Sake adalah minuman favorit Orochi). Karena Orochi tidak mau Sake tersebut terbuang sia-sia, akhirnya mereka sepakat untuk tidak menghancurkan pagar itu. Setiap kepala mencari Sake itu dan meminumnya. Sake tersebut benar-benar dihabiskan hingga Orochi mabuk. Setelah melihat kesempatan ini, Susanoo keluar untuk menghadapi Orochi. Naga raksasa yang tengah mabuk bukan lawan yang berat bagi Susanoo. Dengan pedang pemberian ayahnya itu, dia memotong setiap kepala. Konon, sungai di sekitar rumah berubah menjadi merah karena darah dari Orochi.


Kusanagi-no-Tsurugi


Susanoo ingin memotong monster tersebut hingga ekor. Ketika dia tiba di bagian ekor, pedangnya kalah kuat dengan ekor Orochi. Karena penasaran, Susanoo mencoba untuk mencari tahu. Ternyata di dalam ekor naga tersebut terdapat sebuah pedang yang sangat kuat. Susanoo mengambil pedang tersebut dan memberi nama Ama-no-Murakumo-no-Tsurugi (Pedang Segumpal Awan Surga). Pedang tersebut dipersembahkan kepada saudarinya, Amaterasu, sebagai bentuk permohonan maaf. Kemudian pedang tersebut diganti nama menjadi Kusanagi-no-Tsurugi (Pedang Pemotong Rumput). Pedang tersebut kini menjadi salah satu harta karun legendaris Jepang (Imperial Regalia of Japan) dan tersimpan di sebuah kuil di Jepang.

Sebuah kuil bernama Kumano Taisha yang berlokasi di Shimane, dibangun untuk menghormatinya. (Shimane adalah bekas wilayah Izumo)

sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/50c1e0288027cff00300002c

Mitologi Jepang: Tsukuyomi (Dewa Bulan)

Story Tsukuyomi


Tsukuyomi adalah salah satu dari ketiga anak Izanagi. Dia terlahir saat Izanagi sedang mencuci mata kanannya setelah pulang dari Yomi (Underworld). Dia adalah saudara dari Amaterasu dan Susanoo. Dia tinggal di Takamagahara (Surga) bersama saudarinya, Amaterasu dengan memanjat sebuah tangga.

Tsukuyomi Dibuang

Suatu saat, Amaterasu pernah menyuruh Tsukuyomi untuk menggantikannya menemui Uke Mochi (Dewi Makanan) dalam sebuah pesta. Uke Mochi membuat makanan dengan cara berubah menjadi laut dan memuntahkan ikan, kemudian berubah ladang padi dan memuntahkan nasi. Karena merasa jijik dengan cara Uke Mochi membuat makanan, Tsukuyomi menghunuskan pedang ke arahnya. Ketika Tsukuyomi kembali untuk menemui Amaterasu, saudarinya menyadari apa yang baru saja terjadi. Dia mengusir Tsukuyomi dan berkata tidak ingin menatap wajahnya lagi untuk selamanya. Sejak saat itu, siang selalu terpisah dengan malam.

Dengan diliputi kesedihan, Amaterasu menyeruh salah satu Kami (Dewa) untuk melihat keadaan Uke Mochi. Saat itu Uke Mochi telah tewas. Namun kematian Uke Mochi tidak sia-sia karena tiba-tiba kerbau dan kuda muncul dari kepalanya, padi muncul dari dahinya, ulat sutera dari alis, beras dari perut serta gandum dan kacang dari alat kelamin. Hal tersebut membawa keuntungan untuk bumi.

Penghormatan Terhadap Tsukuyomi

Tsukuyomi adalah dewa yang paling dipuja setelah Amaterasu. Sebuah kuil dibangun untuk memujanya di Ise. Kuil ini terletak di bagian luar dari kuil Amaterasu. Berbagai upacara sudah menjadi tradisi untuk menghormatinya selama ribuan tahun. Sebuah kuil terkenal di Perfektur Yamagata juga dibangun secara khusus untuk menghormatinya. Kuil ini terletak di Gunung Gassan yang berarti "Gunung Rembulan". Upacara yang paling terkenal adalah Tsukimachi atau dikenal dengan nama "upacara memandang bulan".

Sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/50bb83a020d719e95400007c

Mitologi Jepang: Amaterasu (Dewi Matahari)

Story Amaterasu


Kisah mengenai Amaterasu tercatat dalam sejarah kuno Jepang yaitu Kojiki dan Nihon Shoki. Dia terlahir dari Izanagi ketika sedang mencuci mata kirinya setelah pulang dari Yomi (Underworld). Amaterasu merupakan saudari dari Tsukuyomi dan Susanoo. Amaterasu merupakan Dewi Matahari yang sangat dipuja di Jepang

Amaterasu dan Tsukuyomi


Amaterasu ditugaskan untuk menguasai bumi oleh ayahnya, Izanagi. Dia menjadi penguasa matahari dan surga bersama dengan saudaranya, Tsukuyomi yang menguasai bulan dan malam hari. Sebenarnya, dulu Amaterasu berbagi langit dengan Tsukuyomi. Namun ketika sebuah tragedi yang melibatkan Tsukuyomi terjadi kepada Uke Mochi (Dewi Makanan), Amaterasu menganggap Tsukuyomi jahat sehingga memisahkan malam dengan siang.

Pertengkaran dengan Susanoo


Hubungan antara Amaterasu dan Susanoo tidak selalu baik. Suatu ketika, karena kesal dengan tingkah Susanoo, Izanagi membuang Susanoo ke Yomi. Namun, karena dia masih memiliki beberapa urusan, dia pergi ke Takamagahara (Surga) untuk menemui Amaterasu. Amaterasu merasa curiga, namun Susanoo berkata bahwa dia hanya ingin mengucapkan salam perpisahan. Amaterasu tidak percaya dan meminta sebuah tantangan untuk menunjukkan kebaikan Susanoo.

Masing-masing dari mereka mengambil sebuah benda yang dimiliki dan berusaha menciptakan dewa atau dewi dari benda itu. Amaterasu menciptakan 3 wanita dari pedang Susanoo sedangkan 5 pria tercipta dari kalung Amaterasu. Keduanya merasa sebagai pemenang karena Susanoo menyatakan mampu menciptakan lebih banyak dari Amaterasu. Akan tetapi Amaterasu mengatakan bahwa barang tersebut miliknya. Kemudian Susanoo merasa kesal dan mengamuk. Dia mengancurkan persawahan Amaterasu dan melemparkan kuda poni (binatang yang dianggap sakral oleh Amaterasu) ke aula yang menewaskan pengawal Amaterasu. Amaterasu menjadi marah dan sedih. Dia bersembunyi di sebuah goa Ama-no-Iwato yang mengakibatkan matahari menghilang selama beberapa lama. Susanoo kemudian dibuang dari Surga.

Walaupun demikian, Amaterasu dibujuk untuk keluar dari goa oleh semua dewa, namun ditolak. Akhirnya, Dewi Keceriaan yang bernama Ame-no-Uzume membuat sebuah rencana. Dia meletakkan sebuah cermin perunggu besar dan meletakannya di sebuah pohon yang menghadap ke arah mulut goa. Kemudian Uzume berpakaian bunga dan dedaunan, membalikan sebuah ember cucian, menari di atasnya dan menabuh ember tersebut dengan kakinya. Akhirnya, Uzume melepaskan pakaiannya dan menari sambil telanjang. Semua dewa tertawa dengan keras dan membuat Amaterasu penasaran. Amaterasu akhirnya mengintip dari dalam dan sebuah cahaya (yang akhirnya dinamakan fajar), terpancar. Amaterasu melihat seorang dewi yang begitu cantik yang sebenarnya adalah pantulan dirinya di cermin. Dengan cepat, Dewa Ameno-Tajikarawo menarik Amaterasu dari dalam goa. Karena diliputi dengan keceriaan, Amaterasu berjanji untuk mengembalikan terang agar kegelapan hilang dari dunia. Uzume kemudian dikenal juga sebagai Dewi Fajar.

Sesudah itu, Amaterasu berdamai dan Susanoo menyerahkan pedang Kusanagi-no-Tsurugi sebagai hadiah penyesalan.

bonus art:



Sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/50ba38e6542acff028000061

Selasa, 18 Oktober 2016

Mitologi Jepang: Amaterasu, Tsukuyomi, & Susanoo

Amaterasu, Tsukuyomi, & Susanoo

Amaterasu, Dewi Matahari Tsukuyomi, Dewa Bulan Susanoo, Dewa Badai dan Laut, mungkin beberapa dari pembaca sudah pernah tau dengan nama nama dewa diatas ini.
ya tentu saja nama nama diatas sudah lumayan populer berkat film kartun jepang series dengan judul NARUTO, tapi siapa kah sosok sebenarnya dari dewa diatas?? mari kita bahas..

Amaterasu (Dewi Matahari)


Dalam sejarah Jepang dan kepercayaan Shinto, Amaterasu adalah dewi matahari yang memiliki peran sangat penting terhadap kehidupan. Dia juga dikenal dengan nama Amaterasu-Omikami atau Ohirume-no-Muchi-no-Kami. Namanya terdiri dari kata Amateru yang berarti "bersinar di surga". Konon, Kaisar Jepang adalah keturunan langsung dari Amaterasu.

Tsukuyomi (Dewa Bulan)

Tsukuyomi atau yang dikenal juga dengan nama Tsukiyomi-no-Mikoto adalah Dewa Bulan dalam mitologi Jepang dan kepercayaan Shinto. Namanya terdiri dari dua kata Tsukiyo yang berarti "cahaya bulan" dan miru yang berarti "memandang". Namun, kata Yomi bisa juga diartikan sebagai "dunia kegelapan".

Susanoo (Dewa lautan dan badai)

Susanoo atau yang juga dikenal dengan nama lengkap Takeheya Susanoo-no-Mikoto, adalah Kami (Dewa) yang berkuasa atas lautan dan badai. Dia muncul sebagai salah satu dewa tertinggi dalam mitologi Jepang dan kepercayaan Shinto. Susanoo juga diyakini sebagai dewa yang berkuasa atas Yomi (Alam Kubur/Underworld).

Mitologi Jepang: Izanami dan Izanagi

Izanami  & Izanagi 


Izanami (wanita) dan izanagi (pria), menurut mitologi jepang adalah dewa terpenting didalam penciptaan bumi, manusia dan dewa dewa.

Izanami

Dalam bahasa Jepang, Izanami-no-Mikoto memiliki makna "dia(wanita) yang mengajak". Dia adalah dewi penciptaan dan kematian, sekaligus adik dan istri dari Izanagi. Izanami adalah salah satu dewa utama dalam sejarah penciptaan Jepang dan kepercayaan Shinto

Izanagi

Dalam bahasa Jepang, Izanagi-no-Mikoto memiliki makna "dia(pria) yang mengajak. Merupakan suami sekaligus kakak dari Izanami. Izanagi juga merupakan dewa terpenting dalam kepercayaan Shinto dan sejarah penciptaan Jepang.

Pulau Pertama


Dewa segala penciptaan, Kunitokotachi dan Amenominakanushi menciptakan dua dewa suci dimana yang pria bernama Izanagi dan yang wanita bernama Izanami. Mereka ditugaskan untuk menciptakan pulau pertama. Untuk membantu mereka mereka melakukan tugas ini, mereka dianugerahi sebuah tombak yang dihiasi dengan permata. Tombak itu bernama Ame-no-Nuboko (tombak surgawi). Mereka pergi ke jembatan antara surga dan bumi atau yang dikenal dengan nama Ame-no-Ukihashi. Izanagi kemudian mengayunkan tombaknya ke dalam air lautan. Ketika tombak diangkat, air menetes dari ujung tombak tersebut yang secara ajaib muncullah Onogoroshima (pulau mistik). Lalu mereka turun ke pulau tersebut.

Pernikahan


Mereka berdua ingin menikah. Mereka membangun pilar yang disebut Ame-no-Mihashira (pilar surga), dan disekelilingnya membangun kediaman yang bernama Yahiro-Dono. Izanami dan Izanagi mengelilingi pilar tersebut dengan arah yang berlawanan, ketika mereka bertemu, Izanami menyapa terlebih dahulu. Izanagi merasa bahwa itu bukan tata cara yang tepat. Namun bagaimanapun juga mereka telah gituan. Izanami melahirkan dua anak yaitu Hiruko dan Awashima, namun mereka tidak diakui sebagai wujud dewa. Kemudian mereka menaruh anak mereka ke sebuah perahu dan menghanyutkannya ke lautan.

Izanami dan Izanagi menanyakan kepada dewa lain apakah mereka melakukan kesalahan dalam tata cara pernikahan. Beberapa saat kemudian mereka diberi tahu bahwa selama upacara pernikahan, sang pria haruslah menyapa lebih dahulu. Sekali lagi, mereka melakukan upacara pernikahan dan berhasil. Dari pernikahan tersebut terlahir ke delapan pulau besar (Oyashima), yang terdiri dari: Awaji, Iyo, Ogi, Tsukushi, Iki, Tsushima, Sado dan Yamato.

Kematian Izanami

versi game smite

Untuk beberapa lama, Izanami melahirkan beberapa pulau lagi dan beberapa Kami (dewa). Ketika Izanami melahirkan Kagu-Tsuchi (dewa api), dia tewas terbakar. Izanami dimakamkan di Gunung Hiba. Karena merasa kesal dengan kematian istrinya, Izanagi membunuh Kagu-Tsuchi dan tercipta beberapa dewa lain. Karena merasa tidak mampu hidup sendiri, Izanagi pergi ke Yomi (Underworld) untuk mencari istrinya. Setelah mencari beberapa lama, akhirnya dia menemukan Izanami yang diselimuti kegelapan. Izanagi meminta istrinya untuk pulang dan tinggal bersama, namun Izanami mengatakan bahwa hal itu sudah terlambat. Dia sudah memakan makanan dari Yomi yang berarti telah menjadi bagian dari Yomi. Izanami sudah tidak dapat kembali dihidupkan.

Walaupun demikian, Izanagi tidak mau meninggalkan istrinya di Yomi. Ketika Izanami tertidur, Izanagi mengambil sehelai bulu dan menyalakannya. Dia terkejut ketika melihat wujud Izanami yang dahulu cantik, sekarang berubah menjadi monster yang mengerikan. Karena tidak bisa menahan ketakutannya, Izanagi berteriak dengan keras kemudian lari. Izanami terbangun dan berusaha mengejar suaminya. Ketika Izanagi berhasil keluar dari mulut goa Yomi, dia menghancurkan dan menutup goa tersebut dengan bebatuan. Izanami sangat marah dan berteriak kepada Izanagi bahwa dia akan selalu membunuh 1.000 orang setiap harinya. Namun Izanagi membalas bahwa dia akan memberikan kehidupan kepada 1.500 orang setiap harinya.

sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/50b5b3141dd719c521000114/myth-izanami-dan-izanagi-dewa-dewi-dalam-mitologi-jepang/

Selasa, 11 Oktober 2016

Mahluk Mitos: Kraken

mungkin para pembaca pernah mendengar yang namanya kraken

Kraken adalah seekor monster yang digambarkan sebagai makhluk raksasa yang berdiam di lautan wilayah Islandia dan Norwegia, memiliki wujud seperti gurita raksasa, atau bisa juga cumi cumi raksasa. Makhluk ini disebut sering menyerang kapal yang lewat dengan cara menggulungnya dengan tentakel raksasanya dan menariknya ke bawah.



Begitu populernya makhluk ini sampai-sampai ia sering adaptasikan di dalam film-film populer seperti Pirates of the Caribbean, Clash of The Titans dan banyak lagi lainnya. 

Asal mula Kata Kraken sendiri berasal dari Kata “Krake” dari bahasa Skandinavia yang berarti ditujukan untuk hewan yang tidak sehat atau sesuatu yang aneh. Kata ini masih digunakan di dalam bahasa jerman modern untuk ditujukan kepada Gurita.

Kita mungkin hanya bisa mengira jika Kraken hanyalah sebuah bagian dari Cerita saja, namun sebenarnya ini bukanlah sebuah cerita belaka . Sebutan Monster Kraken ini pertama kali muncul dalam sebuah buku Systema Naturae yang ditulis oleh Carolus Linnaeus pada tahun 1735.
Mr. Linnaeus adalah orang yang pertama kali mengklasifikasikan tentang segala makhluk hidup ke dalam golongan – golongannya. Dalam bukunya tersebut, ia mengklasifikasikan Monster Kraken ke dalam golongan Chepalopoda dengan nama latin Microcosmus. Jadi bisa di bilang dibilang jika Kraken memiliki tempat di dalam sains modern.
Erik Ludvigsen Pontopiddan, Uskup Bergen yang juga seorang naturalis dan pecinta alam, pernah menulis di dalam bukunya Natural History of Norway yang terbit pada tahun 1752 Jika keberadaan Kraken tidak bisa dipungkiri lagil, Kraken adalah sesosok monster laut terbesar yang pernah dikenal.
Menurut Pontopiddan, Kraken memiliki ukuran tubuh sebesar sebuah pulau yang mengapung dan memiliki tentakel seperti bintang laut. Ia juga menyebutkan jika monster laut ini bisa dengan mudah menggulung kapal yang lewat dengan tentakelnya dan menarik kapal tersebut ke dasar lautan. Namun, menurut Pontopiddan, bahaya yang di hasilkan oleh Kraken adalah ombak air yang dashyat ketika ia menyelam ke dalam laut. Ombak itu bisa menenggelamkan seluruh kapal yang berada di dekatnya.
Kesimpulan ini sangat Menariknya, selain menggambarkan bahwa Kraken aadalah makhluk yang berbahaya, Pontopiddan juga menulis mengenai sisi lain dari Monster misterius ini. Ia Juga menyebutkan Jika ikan-ikan di laut suka berada dekat dengan Kraken. Karena hal ini juga, para nelayan dari Norwegia yang mengetahui hal ini sering mengambil sebuah resiko untuk menangkap ikan dengan membawa kapal kapal mereka hingga berada tepat di atas Kraken.
Jika para nelayan pulang dan membawa hasil tangkapan yang sangat banyak, para penduduk desa pasti sudah mengetahui jika para nelayan ini telah menangkap ikan tepat di atas Kraken.
Sudah Sejak lama, makhluk ini hanya dianggap sebagai bagian dari Mitologi kuno yang setara dengan sebuah dongeng atau Legenda. Namun ketika sisa-sisa bangkai bagian tubuh monster ini terdampar di pantai Albaek, Denmark, Pada tahun 1853, para ilmuwan mulai menyadari  jika legenda mengenai Kraken mungkin memang benar adanya , dan bukan hanya sebuah dongeng dari mulut ke mulut, Banyak yang menyebut kraken sebagai cumi-cumi raksasa (Giant Squid), cumi-cumi kolosal (Colossal Squid) atau Gurita raksasa (Giant Octopus).
Yang Jadi Pertanyaan adalah Seberapa besarkan seekor cumi atau gurita bisa bertumbuh?
Apakah Benar mereka bisa menyerang sebuah kapal besar seperti yang digambarkan di film-film?

Pada tahun 1801, Pierre Denys de Montfort yang sedang menyelidiki subjek mengenai keberadaan Kraken menemukan kalau di Kapel St.Thomas di St.Malo, Brittany, Perancis, terdapat sebuah lukisan yang menggambarkan seekor gurita raksasa sedang menyerang sebuah kapal dengan cara menggulungnya dengan tentakelnya. Insiden yang terdapat pada gambar dalam sebuah  lukisan tersebut ternyata berdasarkan pada peristiwa nyata.
Dikisahkan dalam gambar tersebut ,ini adalah sebuah lukisan sebuah kapal Norwegia yang sedang berada di lepas pantai Angola. Ketika mendapatkan Sebuah serangan tak terduga tersebut, para pelaut yang mendapat serangan kraken pada kapal mereka membuat sebuah Janji untuk St.Thomas yaitu jika mereka dapat terlepas dari bahaya serangan ini, mereka akan Mengenang kejadian ini dan menggambarkannya dalam sebuah lukisan.
Para awak kapal kemudian mengambil senjata mereka n pisau , pedang , kapak ,dan lain lain untuk melawan monster ini ,dengan cara memotong satu per satu tentakel-tentakelnya. Mendapatkan perlawanan yang cukup keras Monster Kraken itupun pergi meninggalkan kapal tersebut. Sebagai pemenuhan janji yang telah mereka ucapkan, para awak kemudian mengunjungi Kapel St.Thomas di Britanny dan menggantung lukisan itu sebagai ilustrasi atas peristiwa menyeramkan yang menimpa mereka.
Sayangnya, peristiwa yang menimpa para pelaut ini tidak diketahui kapan persis terjadinya. Namun, paling tidak, Kita dapat mengetahui ada sebuah serangan monster raksasa terhadap sebuah kapal dan cerita ini tidak bisa dibilang sebagai mitos semata.
Selain kisah lukisan di Kapel St.Thomas, Mr.Monfort juga menceritakan penampakan lain dengan makhluk serupa seperti cumi atau gurita raksasa yang dialami oleh kapten Jean-Magnus Dens dari Denmark yang secara langsung bertemu dengan makhluk itu di lepas pantai Angola. Makhluk raksasa ini menyerang kapal mereka dan  berhasil membunuh tiga orang awaknya.
Para awak kapal yang lainpun tidak tinggal diam saja, mendapatkan sebuah serangan dari monster laut ini mereka segera mengambil meriam dan menembakkannya ke monster itu berulang-ulang hingga monster itu menghilang ke dalam lautan.
Kapten Dens memperkirakan jika monster itu memiliki panjang sekitar 11 meter mungkin lebih.
Kisah lain terjadi pada tanggal 30 November 1861. Ketika sedang berlayar di sebuah kepulauan Canary, para awak kapal Perancis, Alencton , menyaksikan penampakan seekor monster laut raksasa yang sedang berenang tidak jauh dari kapal. Para awak kapalpun segera menyiapkan peluru dan mortir yang kemudian mereka tembakkan ke arah monster laut itu.
Monster yang merasa ketakutan dengan segera berenang menjauh dari kapal. Namun, kapal Alenctonsegera banting setir kemudi untuk fokus mengejarnya. Ketika mereka berhasil mendekatinya, garpu-garpu besi langsung dihujamkan ke tubuh monster itu dan jaring jaring segera dilemparkan. Ketika para awak mengangkat jaring itu, tubuh monster itu patah dan hancur dan kemudian jatuh kedalam air dan hanya menyisakan beberapa bagian dari tentakelnya saja.
Ketika kapal itu mendarat dan tentakel itu mereka perlihatkan kepada komunitas ilmuwan, para ilmuan sepakat jika para awak kapal mungkin telah melihat seekor cumi cumi raksasa dengan panjang sekitar 8 meter.
Pada bulan Oktober 1873, seorang nelayan bernama Theophile Piccot dan anaknya berhasil menemukan sebuah tentakel cumi cumi raksasa di Newfoundland. Setelah diukur panjangnya, para peneliti menyimpulkan kalau hewan ini kemungkinan memiliki panjang hingga 11 meter.
Kesimpulan dari cerita ini adalah Laut adalah Perairan yang sangat luas , dan masih belum seluruhnya terjamah oleh manusia. masih ada jutaan misteri yang terdapat dilaut, maka berhati hatilah jika anda sedang berada di laut.